Selamat Datang di Website Sekolah dan Pesantren Baitul Quran Cendekia

LDK OSIS SMP Baitul Quran Cendekia di Sriharjo, Imogiri, Bantul

        Pepatah populer mengatakan bahwa siapapun bisa menjadi pemimpin, tetapi tidak semua pemimpin memiliki jiwa kepemimpinan.

        SMP Baitul Quran Cendekia menggelar kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) OSIS dengan konsep unik, yakni bersepeda bersama menuju Sriharjo, Imogiri, Bantul, pada Kamis (14/5). Kegiatan tersebut diikuti seluruh anggota OSIS dan beberapa guru pendamping. Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) OSIS SMP Baitul Quran Cendekia hadir sebagai wadah pembentukan karakter bagi para calon pemimpin masa depan karena pemimpin hebat tidak dilahirkan begitu saja, tetapi ditempa melalui proses yang kuat.

        Kegiatan LDK diawali dengan persiapan dan berdoa bersama di lingkungan sekolah. Tepat pukul 07.00, peserta LDK mulai mengayuh sepedanya dengan mantap menuju Sriharjo, Imogiri. Di tengah panasnya terik matahari, sikap saling membantu antarteman justru menjadi gambaran nyata tentang arti kepemimpinan.




        Nilai kepemimpinan tersebut tampak dari kekompakan dan rasa saling peduli para siswa selama perjalanan. Ketika beberapa sepeda mengalami kendala seperti rantai lepas, ban kempes, bahkan sedel terlepas. Para siswa saling membantu tanpa diminta. Satu sama lain sigap membantu kawan yang mengalami kesulitan. Tanpa disadari, sikap peduli dan tanggung jawab yang ditunjukkan menjadi contoh bahwa seorang pemimpin tidak hanya pandai memberi arahan, tetapi juga hadir saat orang lain membutuhkan bantuan. Nilai-nilai tersebut selaras dengan Trilogi Pendidikan yang diusung Ki Hajar Dewantara berikut ini.

  • Ing Ngarso Sung Tulodo (pemimpin harus memberi teladan di depan)
  • Ing Madyo Mangun Karso (pemimpin harus membangkitkan semangat di tengah)
  • Tut Wuri Handayani (pemimpin harus memberikan dorongan dari belakang)

     Setibanya di lokasi, para siswa mengikuti materi “Dasar Kepemimpinan” yang disampaikan oleh Ustaz Syamsudin. Dalam penyampaiannya, beliau mengajak para peserta memahami bahwa kepemimpinan bukan tentang kekuasaan, melainkan tentang kemampuan merangkul dan mendengarkan. Seorang pemimpin yang baik tidak hanya ingin didengar suaranya, tetapi juga bersedia mendengar suara orang lain. Nilai-nilai demokratis, kerja sama, dan tanggung jawab menjadi pesan penting yang ditanamkan dalam sesi tersebut. Kemudian, kegiatan ditutup dengan santap bersama serta berbagai permainan yang dirancang untuk melatih jiwa kepemimpinan, kekompakan, dan kemampuan mengambil keputusan.

        Barangkali perjalanan hari itu dapat digambarkan melalui bait-bait sederhana berikut ini.

        LDK OSIS tahun ini bukan hanya meninggalkan rasa lelah di kaki, rasa pegal di sendi, peluh keringat di dahi, apalagi sekadar olahraga pagi. Memori ini menghadirkan pengalaman abadi tentang arti pemimpin sejati sebagai cerminan generasi Qurani. 

(avp)




0 Comments