Kesempatan
Kedua bagi Sampah Tutup Botol Plastik
sebagai
Produk Kreatif Ramah Lingkungan
Oleh: Syakira
Khoirunnisa
Pembimbing: Ameylia Vanissa Pungky, S.Pd., Gr.
PENDAHULUAN
Sampah masih menjadi masalah yang belum terselesaikan
hingga saat ini. Sampah yang merupakan sisa dari aktivitas manusia yang
dihasilkan setiap hari, dapat ditemukan di berbagai tempat dengan jenis dan
wujud yang bermacam-macam. Ini diperkuat dengan data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan
Kehutanan (KLHK) bahwa Indonesia
menghasilkan sekitar 64 juta ton sampah setiap tahunnya. Angka ini terus
meningkat seiring dengan pertumbuhan populasi, perkembangan ekonomi, dan
urbanisasi. Sebagian besar sampah yang dihasilkan tersebut berasal dari rumah
tangga, yang menyumbang lebih dari 60% dari total volume sampah. Dikutip dari
Tempo.co, studi yang dilakukan Travis P. Wagner (2017) diperkirakan masyarakat
dunia membuang sampah plastik 5 triliun setiap tahunnya. Sampah plastik yang
paling sering digunakan salah satunya adalah sampah tutup botol plastik. Dikutip
dari ocean
conservancy.org, ditemukan sejak tahun 1986-2023 kurang lebih ada 7,3
juta tutup botol plastik di seluruh dunia. Bahkan, Amerika Serikat menyumbang
lebih dari 60 miliar tutup plastik setiap tahunnya. Sampah botol plastik sendiri tidak bisa sepenuhnya
dapat terurai, butuh waktu hingga 100 tahun agar dapat terurai. Hal ini bisa
memberikan dampak buruk bagi lingkungan sekitar. Hampir 3 juta ton sampah
plastik yang ada di seluruh dunia berasal dari botol minum plastik yang
digunakan sekali pakai. Ini menunjukkan bahwa masyarakat dunia kerap
mengonsumsi minuman dengan tutup plastik setiap harinya.
Botol plastik yang kita minum sehari hari kerap kita temukan disekitar kita namun dalam keadaan botol dengan tutup yang terpisah, padahal satu benda ini yang kita temukan merupakan satu paket. Sampah tutup botol plastik menjadi salah satu masalah limbah yang ada, karena tutup botol plastik yang kecil seringkali terselip di mesin sortir sampah atau terjatuh ke pembuangan air yang mana akan berakhir menjadi sampah abadi di laut. Hal ini tidak bisa kita anggap sepele karena tutup yang terpisah nantinya bisa tercecer di lingkungan yang mana akan menimbulkan banyak masalah, sampah tutup botol plastik juga akan berdampak pada ekosistem air, seperti hewan yang mengira tutup botol adalah makanan, karena bentuknya yang kecil hewan seperti ikan akan mengira bahwa itu makanan, kemudian ikan pun tak sengaja memakannya yang akan berdampak pada tubuh ikan, seperti penyumbatan saluran pencernaan, luka, bahkan bisa terjadi kematian massal. Jika terjadi kematian massal banyak hewan hewan laut mati yang menyebabkan ketidakseimbangan ekosistem, kerugian ekonomi sektor perikanan, penurunan kualitas lingkungan dan masih banyak lagi dampak yang kita dapatkan bagi ekosistem air maupun kehidupan manusia.
ISI
Kebanyakan orang dalam mengatasi masalah sampah tutup
botol akan membakar tutup botol di halaman, mencampur dengan sampah organik,
membuang dalam kondisi kotor dan masih banyak lagi. Banyak orang mengira bahwa
penanganan seperti tadi adalah sesuatu yang benar, padahal beberapa kebiasaan
umum tadi dapat menyebabkan kerusakan alam atau menghambat proses daur ulang.
Dikutip dari omnipak.net bahwa material yang digunakan untuk membuat tutup botol
salah satunya adalah HDPE yang mana sangat kuat dalam struktural dan tahan
terhadap bahan kimia, jika tutup botol dibiarkan tercecer kemungkinan yang akan
terjadi adalah plastik tutup botol akan mencemari tanah dan plastik tutup botol
akan terkubur di tanah kemudian plastik tutup botol yang terkubur akan
melepaskan zat aditif kimia di dalam tanah yang dapat membunuh mikroba penyubur
tanah dan menghambat pertumbuhan suatu tanaman. Diperkuat dengan data dari
Dinas Lingkungan Hidup bahwa sampah akan menyebabkan kerusakan bagi lingkungan
yakni salah satunya adalah pencemaran tanah. Untuk menangani masalah, hal yang
dapat kita lakukan adalah dengan mengganti jenis tutup botol menjadi lebih
ramah lingkungan, akan tetapi masih banyak tutup botol yang memiliki material
yang kurang ramah lingkungan yang menjadikan sampah tidak dapat terurai dengan
mudah. Sampah tutup botol plastik yang rendahnya nilai guna menyebabkan banyak
orang mengabaikan potensi pada sampah tutup botol plastik, padahal sampah tutup
botol plastik jika diusik lebih dalam memiliki potensi potensi yang sangat
banyak.
Ide inovatif kita perlukan dalam mengatasi masalah sampah
tutup botol plastik agar sampah tutup botol plastik dapat dikembangkan dan
tidak terbuang dengan sia sia. Metode leleh (upcycling metode) adalah
mengolah sampah dengan pencacahan, pemanasan atau dilelehkan, kemudian dicetak.
Metode ini dapat menjadi solusi dari masalah sampah tutup botol plastik, karena dari lelehan sampah tutup
botol plastik dapat dibuat berbagai macam barang seperti gantungan kunci, meja,
dan kursi. Upcycling metode dalam pembuatan gantungan kunci yaitu dengan
mengumpulkan sampah tutup botol plastik terlebih dahulu lalu pisahkan tutup
botol sesuai warna, kemudian cuci dan rendam selama kurang lebih seharian agar
kotoran yang ada pada tutup botol terangkat, cacah tutup botol yang sudah
dicuci. Cacahan tutup botol dipanaskan hingga meleleh, kemudian cetak lelehan
tutup botol menggunakan cetakan sesuai yang diinginkan. Setelah dingin rapikan
pinggiran, lubangi bagian atas kemudian beri ring gantungan kunci.
Mengolah sampah tutup botol plastik dengan upcycling metode
dapat menjadi peluang ekonomi, dengan menjual barang barang yang dibuat dari
sampah tutup botol plastik kita mendapatkan nilai ekonomi dari penjualan barang
barang tersebut. Ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Susilawati
dkk. (2026) dalam Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia yang
menunjukkan bahwa limbah sederhana seperti tutup botol dapat diolah menjadi
barang bernilai guna, kegiatan ini memberikan contoh praktek nyata upcycling
yang mudah dipahami dan diadopsi masyarakat. Selain itu, peningkatan
keterampilan peserta menunjukkan bahwa kegiatan upcycling seperti ini
memiliki potensi sebagai media edukasi, pemberdayaan, dan bahkan peluang
ekonomi mikro dalam komunitas.
Tahap cacah dalam
upcycling metode dapat menggunakan
mesin untuk mencacah atau bisa juga manual menggunakan gunting sampai menjadi kepingan kecil, sehingga mudah
saat memasuki tahap pemanasan atau melelehkan. Setelah menjadi kepingan kecil,
tutup botol dipanaskan di sebuah cetakan dengan menggunakan pemanas, tutup
botol yang telah dipanaskan akan di press. Tutup botol yang telah di press tadi
akan menjadi keras dan susah untuk dibengkokan berbanding terbalik dengan
sebelumnya, sebuah sampah tutup botol yang mudah untuk dibengkokan. Kemudian
rapikan tutup botol yang telah di press dan menjadi padat tadi agar lebih rapi
dan indah untuk dilihat. Lubangi bagian atas gantungan kunci, bisa dengan
menggunakan solder atau bor untuk diberi ring gantungan kunci nantinya. Beri
ring gantungan kunci di gantungan kunci yang telah dibuat. Penerapan teknik upcycling
ini diterapkan oleh sekelompok mahasiswa asal universitas islam indonesia yang
telah berhasil membuat sebuah produk dari limbah sampah tutup botol. Mahasiswa
mahasiswa ini membuat sebuah papan komposit yang terbuat dari limbah tutup
botol, kemudian mensosialisasikannya di sebuah desa di magelang.
Gantungan kunci merupakan salah satu produk yang dapat
dibuat menggunakan sampah tutup botol plastik dengan upcycling metode.
Gantungan kunci yang dibuat menggunakan sampah tutup botol plastik memiliki
nilai estetika tersendiri, perpaduan warna yang cantik, bentuk dan desain yang
unik. Bentuknya yang kecil, praktis dan dapat dibuat dengan banyak variasi
bentuk tentu banyak diminati oleh banyak kalangan.
Pembuatan gantungan kunci yang berbahan dasar sampah tutup botol plastik ini sendiri dapat mengurangi volume sampah plastik dan menjadi solusi dari masalah masalah sampah plastik yang ada. Dikutip dari karyaerat.co.id yang mana jika masalah sampah dapat teratasi dengan tepat, banyak manfaat yang bisa kita dapat, seperti berkurangnya penumpukan sampah, meningkatkan kesehatan masyarakat, menjadi peluang ekonomi, pemberdayaan masyarakat, dan masih banyak lagi manfaat yang bisa kita dapatkan.
KESIMPULAN
Mengolah sampah tutup botol plastik dengan menggunakan upcycling
metode dapat menjadi salah satu solusi dari menumpuknya sampah tutup botol
plastik yang ada dan dapat menjadi produk yang memiliki nilai guna. Langkah
kecil yang kita lakukan bisa jadi akan menjadi hal yang besar kedepannya.
Sampah tutup botol plastik yang kecil, ringan yang membuat banyak orang
menyepelekan dapat diolah, tidak hanya berakhir menjadi tumpukan sampah yang
rendah nilai guna. Buat apa kita membuang sampah pada tempatnya jika hanya
berakhir sia sia, simpanlah sampah pada tempatnya jangan biarkan terbuang
secara percuma. Mari kurangi sampah, kurangi polusi, dan menambah solusi. Semua
dimulai dari diri kita sendiri.
DAFTAR PUSTAKA
dlh.bulelengkab.go.ig. 2019. “BAHAYA SAMPAH PLASTIK UNTUK KESUBURAN TANAH”
dalam https://dlh.bulelengkab.go.id/informasi/detail/artikel/bahaya-sampah-plastik-untuk-kesuburan-tanah-61. Diunduh 30 Januari 2026.
karyaerat.
2024. “Sampah Tidak Selalu Merugikan: Ini Dampak Positif Sampah Bagi
Lingkungan” dalam https://www.karyaerat.co.id/dampak-positif-sampah/?srsltid=AfmBOorx3tCU6KG_PwuxkE7EKhaKXtYIfC_g1T6wGel_anBN-1YEeUjs. Diunduh 1 Februari 2026.
oceanconservancy.org. 2025. “Plastic Bottles & Lids Among Top 10 Most
Commonly Found Items at Cleanups” dalam https://oceanconservancy.org/blog/2025/01/15/plastic-bottles-lids-most-commonly-found-cleanups/. Diunduh 28 Januari 2026.
Susilawati,
dkk. 2026. “Pemanfaatan Tutup Botol Plastik Menjadi Keychain Character” Jurnal
Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia, Vol 6, No 1. Diunduh pada https://journal.upy.ac.id/index.ation/399648921_Pemanfaatan_Tutup_Botol_Plastik_M
tempo.co. 2022. “182,7 Miliar Kantong Plastik Dipakai di Indonesia Setiap Tahun” dalam https://www.tempo.co/sains/182-7-miliar-kantong-plastik-dipakai-di-indonesia-setiap-tahun 329156. Diunduh 28 Januari 2026.
DOKUMENTASI





0 Comments